Kedudukan Manusia

Kita sering bingung apa yang sebenarnya tujuan kita terlahir ke bumi. Malah banyak terjadi salah pemahaman bagaimana kedudukan manusia di bumi. Apa yang kita lakukan dengan alam ini? Bagaimana kedudukan alam bagi manusia?
Kali ini kita akan membahas tentang kedudukan kita sebagai manusia. Manusia adalah pemimpin di bumi ini. Logikanya saja ya, hanya manusia yang memiliki freewill/kehendak bebas, juga hanya kita yang memiliki akal serta dapat bergerak dengan leluasa dibandingkan dengan segala yang ada di bumi ini. Memang hewan bisa bergerak, tapi mereka tak punya akal yang bisa memimpin bumi ini, mereka hanya memiliki insting yang memang membuatnya seolah-olah berpikir tetapi kenyataannya tidak. Seperti kata “harus” yang terdapat dalam kalimat kucing yang lapar harus makan, kata “harus” disini adalah sesuatu yang tidak akan bisa diganti, contoh lain adalah gelas kaca yang jatuh ke tanah harus pecah. Lha hal-hal tersebut tidak akan bisa diubah karena memang sudah menjadi hukum alam bahwa kucing yang lapar akan makan, gelas kaca yang jatuh ke tanah akan pecah. Sebaliknya dengan manusia, pada manusia kata “harus” yang digunakan tidak mesti akan dilakukan manusia. Contohnya, orang yang lapar harus makan. Keharusan dalam kalimat ini bisa dilawan oleh manusia dengan cara puasa atau mogok makan. Juga terdapat dalam kalimat, peraturan lalu lintas harus ditaati masyarakat, namun masyarakat bisa saja dengan kehendak bebasnya melanggar peraturan lalu lintas. Kalau dalam bahasa inggris kata harus yang digunakan untuk manusia adalah should dan untuk hukum alam menggunakan kata must. Sehingga hanya manusia yang patut menjadi pemimpin di bumi ini. Karena manusia tercipta sempurna diantara makhluk-makhluk lain di bumi ini.

Bagaimana kedudukan alam bagi manusia?
Alam beserta segala yang ada di bumi adalah alat kita untuk memimpin dan sebagai kita memimpin bumi ini agar bisa mendapatkan suatu karya besar yang dapat memperbaiki masyarakat yang rusak ini. Bayangkan saja bila tak ada alam, kita harus makan apa? tinggal dimana? bagaimana kita bisa hidup bila tak memanfaatkan alam yang melimpah ruah ini. Tak akan ada sesuatu yang tidak bermanfaat di bumi ini, sampah yang sudah terbuang pun masih bisa dimanfaatkan dengan mendaur ulang sampah-sampahnya itu. Demi menyempurnakan diri kita sebagai manusia, ayo kita lestarikan dan manfaatkan alam ini dengan sebaik-baiknya.
Aku sering melihat paham-paham yang menyetarakan manusia dengan alam, jelas-jelas kita berbeda, bagaimana caranya menyetarakan sesuatu yang tidak memiliki kesamaan sama sekali.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.