Phobia dan Ketakutan

phobia adalah sebuah ketakutan yang bisa disebabkan oleh trauma dari pengalaman-pengalaman hidupnya. Karna menganggap hal itu bisa membahayakan bagi dirinya dan menempati tingkat kesebahagiaan minim, penderitaan maksimal.Itulah sebuah ketakutan yang sudah menjadi fitrah manusia.
Sebuah ketakutan seperti phobia juga disebabkan karena lingkungan sekitar yang mengajarinya untuk menjauhi sebuah sumber ketakutan itu.
Contoh orang takut ketinggian, tak mungkin orang yang takut tak memiliki landasan kuat untuk mengatakan itu menakutkan. Orang yang phobia ketinggian pastilah takut jatuh, kalau jatuh ia akan meninggal, lalu takut meninggalkan hidupnya didunia, kemudian takut menjalani hidup di akhirat karena semua perbuatannya.
Orang bisa mengalami takut ketinggian karena dulu ia pernah jatuh dari ketinggian,atau melihat lingkungannya jatuh dari ketinggian. Itulah sebuah ketakutan.

Sekarang aku akan berbagi cerita tentang pengalaman ketakutanku akan suatu hal. Aku takut akan keramaian. Mungkin banyak orang akan mengatakan aku aneh, namun memang itulah yang terjadi. Kalian tahu kenapa?
Sejak kecil aku tak pernah pergi ke luar rumah untuk bermain bersama teman-teman, dan juga lingkungan rumah yang terletak di perumahan nan sepi, membuat aku berpikir sepi adalah bagian dari hidupku.
Aku dulu pernah punya pengalaman buruk di tengah keramaian. Tampangku yang memang bisa dibilang lumanyan agak hancur,membuatku minder berada di tengah masyarakat luas. Aku sering terabaikan di tengah orang banyak karna aku ada tanpa kelebihan.
Aku merasa trauma akan semua hal itu. Tapi pelajaran yang bisa ku ambil, aku bertekad untuk menghapus sumber-sumber ketakutan itu dari pikiranku. Awalnya memang tak mudah dan sering gagal, tapi tak berhenti dari kegagalanku hari ini aku bisa sukses melakukannya. Hari dimana memang tak ingin kulewatkan karna takut, malah membuat aku bisa menghapuskan sumber ketakutanku.
Di sana aku merasa dihargai walau tak ada yang bisa ku banggakan. Aku telah banyak mendapatkan pelajaran bahwa tak semua memiliki kelebihan yang mencolok. Namun kita bisa meminimalisir segala kekurangan, tapi bukan dengan cara kita menutupinya dan menjadi diri orang lain agar bisa terlihat kelebihannya. Tapi mencoba menjadi diri sendiri itu mendatangkan kepuasan batin yang luar biasa.

4 Responses so far »

  1. 1

    dyahdisini said,

    udah baca postinganku “tentang kekalahan”??
    menurutmu itu sebuah ketakutankah??

    • 2

      zalipunya said,

      mmm….
      kalo mnurutku se,,
      kamu milih untuk selalu ngalah, ketakutanmu itu bukan ketakutan untuk dikalahkan, tapi ketakutan untuk kehilangan dia sebagai temanmu…

  2. 3

    krismeskeos said,

    hmmm,,, gtu y cr’x hadapin phobia……?!

    cb ntr gw praktek’in ach…(moga2 berhasil)

    nice info….

    thx for shared ^_^

    http://aftersixhour.blogspot.com/


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.