Mungkin hanya aku yang merasa iba,atau juga karena memang aku yang melebih-lebihkan. Kita semua sama dihadapanNya. Malah menurutku, pengabdianku,pengillahanku, masih belum ada apa-apanya dengan kalian. Jangan pernah sebut aku orang kaya! Aku tidak suka mendengar satu kata itu. Karna aku tidak begitu. Asal kalian tahu, yang kaya itu bukan aku tapi orangtuaku. Aku saja cuma dapat pas pasan. Bahkan menurutku lebih kurang d bandingkan dengan teman-teman yang lain. Aku ingin membantu kalian atas kelebihanku. Apapun yang aku punya demi menciptakan masyarakat madani, apapun itu asal tujuanku di dunia tercapai aku siap membantu. Sudah dua kali aku menundukkan kepalaku karena mendengar mereka berkata sesuatu yang membuatku benar-benar malu sebagai anak orang kaya. Aku melihat sodara-sodaraku lapar,melihat mereka bekerja keras tiada lelah, dan tak sengaja mendengarnya saat berkata “aku makan mi instan tadi pagi” padahal itu sudah sore, atau melihat tingkah mereka yang baru merasakan sepotong pizza. Rasanya hatiku tersayat. Aku tidak bisa memberi apa-apa buat mereka yang sudah banyak memberiku sesuatu yang bermanfaat. Maaf.. maaf..maaf.. Aku akan berusaha menjadi agen sebaik mungkin demi masyarakat madani.. semangat..
